Linkedin Buka Layanan Khusus China

FACEBOOK dan Twitter dilarang di China.
Sebaliknya, Linkedin berpotensi meluaskan pasar di negara itu. Pasalnya, layanan jaringan profesional Linkedin merilis versi beta untuk mengetes situs layanan berbahasa China.

Menurut Direktur Utama Linkedin Jeff Weiner, langkah itu dilakukan agar mereka dapat menawarkan layanan yang bersifat lebih lokal kepada para pengguna di China.

Apalagi, China merupakan pasar internet terbesar di dunia dengan 500 juta pengguna. “Dengan demikian, diharapkan jaringan Linkedin akan meraih banyak pengguna di China, tidak seperti jejaring sosial Facebook dan Twitter yang dilarang,“ kata Jeff, kemarin.

Ia juga mengatakan akan membentuk sebuah usaha patungan dengan Sequoia China dan China Broadband Capital untuk membantu menghubungkan lebih dari 140 juta profesional China satu dengan lainnya serta dengan 277 juta pengguna layanan itu di seluruh dunia. Selama ini, platform media sosial jadi ajang yang digemari di China untuk mengungkapkan pendapat dan membaca informasi tanpa sensor.
(BBC/ Media Indonesia, 26/02/2014)

This entry was posted in Web 2.0 and tagged , . Bookmark the permalink.