Pers Jerman Diimbau Tidak Gunakan Jasa Google dan Yahoo

Federasi Jurnalis Jerman mengimbau segenap wartawan berhenti menggunakan layanan mesin pencari serta surat elektronik Google dan Yahoo mengingat kedua perusahaan itu diduga dipakai intelijen Amerika Serikat untuk memata-matai.
Menurut pernyataan federasi yang menaungi sedikitnya 38 ribu wartawan Jerman itu, penyadapan data Google dan Yahoo¬† oleh Badan Keamanan Nasional (NSA) AS dan Markas Komunikasi Pemerintah Inggris (GCHQ) melanggar hak privasi. “Pencarian yang dilakukan para wartawan di dunia maya sama rahasianya dengan kontak narasumber mereka dan isi komunikasi antar mereka,” cetus Michael Konken, Kepala Federasi tersebut.

Konken mengatakan ada beberapa alternatif aman untuk menghindari pemantauan intelijen asing. Awal bulan ini, Deutsche Telekom mengimbau perusahaan-perusahaan Jerman bekerja sama dalam upaya melindungi lalu lintas internet lokal dari penyadapan. Sebagai langkah awal, Deutsche Telekom dan United INternet meluncurkan inisiatif bertajuk E-mail made in Germany.

Pada edisi Rabu (30/10/2013) hariang Washington Post melansir artikel mengenai aksi NSA dan GCHQ dalam menyadap data-data pribadi jutaan pengguna layanan Google dan Yahoo.

Operasi bernama sandi “MUSCULAR” tersebut dilakoni dengan mengunduh sedikitnya 181 juta rekaman data saban 30 hari dari pusat-pusat data kedua perusahaan diluar “Negeri Paman Sam”.

Mengapa diluar AS ? Pasalnya, penyadapan NSA di mancanegara tidak dipantau oleh Mahkamah Intelijen Rahasia AS (FISC) dan lolos dari sentuhan hukum AS.

Seorang juru bicara AS menanggapi pemberitaan Washington Post dengan membantah bahwa NSA sengaja mengunduh data diluar negeri guna menghindari jangkauan Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA). “Tuduhan bahwa kami mengumpulkan data dalam kuantitas besar dari tipe pengumpulan yang disebutkan, tidak benar. NSA merupakan badan intelijen dan kami berfokus pada menemukan dan mengembangkan intelijen hanya terhadap target asing tertentu,” sebutnya.

Direktur NAS Keith Alexander secara tegas menyangkap pihaknya memiliki akses tidak terbatas ke server-server perusahaan teknologi informasi. “Saya bisa katakan bahwa kami sejatinya tidak meilik akses ke server Google, server Yahoo. Kami harus melalui proses peradilan.”

Baik Google maupun Yahoo menyatakan tidak tahu menahu penyadapan NAS ke pusat data mereka. “Kami sangat berang terhadap jauhnya tindakan yang ditempuh pemerintah untuk menyadap data dari jaringan pribadi kami. Hal itu menegaskan pentingnya reformasi segera,” kata Direktur Divisi Hukum Google, David Drummond.

Sumber Media Cetak : Media Indonesia, 2 November 2013.

This entry was posted in Search Engine and tagged , , . Bookmark the permalink.